Review Film Crashing Eid - Netflix
Judul
Film : Crashing Eid
Produksi :
ContentZilla
Sutradara :
Ali Alattas
Produser :
Ali Alattas, Said Zagha, AL ghabra
Distributor : Netflix
Penulis : Nora Aboushousha, Ali Alattas
Durasi
Seri : 4 episode (30 menit per episode)
Tanggal Rilis : 19 October 2023
Crashing Eid merupakan serial komedi yang menceritakan seorang perempuan
asal Arab Saudi, Razan. Ia menjalani kehidupan dan karirnya di Britania, ia
adalah Psikolog yang merupakan single parent bagi putrinya, Lamar. Razan
bertemu seorang lelaki bernama Samir di London, ia membuat Razan jatuh hati dan
ingin segera menikah kembali supaya bisa hidup bersama. Akan tetapi, Samir merupakan
orang Pakistan-Britania, alias non-Arab. Razan berencana pulang dan meminta
izin dari orangtuanya secara langsung. Perjalanan Razan tentu tidak mudah, ada
banyak perbedaan budaya antara dia dan calon suaminya, Samir. Ia mengetahui
bahwa budaya yang ia miliki mengharuskannya menikah dengan sesama Arab.
Series
"Crashing Eid" menggambarkan perbedaan
budaya antara London-Britania dan Arab Saudi. Drama series ini
memiliki latar belakang perayaan Idul Fitri yang menghadirkan potret kehidupan
masyarakat Arab dalam momen penting dengan pendekatan budaya. Series
"Crashing Eid" menampilkan tradisi dan nilai-nilai khas Timur Tengah.
Beberapa aspek budaya yang diangkat dalam "Crashing Eid" yakni: cara
berpakaian, sistem keluarga dan sekolah, tradisi mencari pasangan, pandangan
masyarakat Arab, serta kehangatan dan pentingnya hubungan keluarga.
Episode
pertama, Ketika ayah Razan di bandara untuk menjemput putri dan cucunya, Razan
dan Lamar, ia sempat bergosip mengenai kebebasan berpakaian dengan seseorang yang
juga melihat fenomena kebebasan berpakaian di bandara. Ia berkomentar bahwa
kebebasan berpakaian didapatkan dari pengaruh buruk budaya Barat, ia tidak tahu
bahwa anak dan cucunya berpakaian serupa, tanpa abaya dan hijab. Di waktu lain,
ketika Lamar bertemu dengan neneknya, obrolan pertama tertuju pada penampilan
Lamar, Neneknya berkata bahwa Lamar sangat bebas. Dari peristiwa itu
menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Arab masih terpaku dengan budaya
dan tradisi lama mereka. Hal itu juga mengambarkan bahwa pakaian khas perempuan
Arab ialah Abaya.
Episode
dua, Razan berusaha meyakinkan ayahnya untuk mengenal Samir dengan baik. Mengetahui
sistem keluarga Arab ialah patriarki, maka keputusan seorang ayah merupakan hal
penting dan penentu kelanjutan. Ayahnya Razan sangat baik dan terbiasa
memanjakan putrinya. Usia Razan memasuki 30-an, tetapi ayahnya masih terbiasa
memberikan apa yang diinginkan, maka dari itu ketika Razan ingin menikah dengan
pria non-Arab ayahnya sulit menolak, ia takut membuat Razan sedih dan kecewa.
Setiap Razan ingin membujuk ayahnya, ayahnya selalu menghindar. Akan tetapi,
pada akhirnya ayah Razan memberikan kesempatan untuk mengenal lelaki pilihan
Razan dengan mewawancarai Samir seputar kehidupannya.
Episode
ketiga, Lamar, anaknya Razan, mengunjungi rumah ayahnya. Lamar menghadiri pesta
ulang tahun sepupunya. Di sana ia merasa asing dan tidak tau tradisi keluarganya
karena lama tinggal di Britania. Lamar bercerita tentang sekolahnya, pihak
keluarga ayahnya mendengarkan dengan seksama. Ia bercerita bahwa di Britania
sekolah perempuan dan lelaki tidak dipisahkan. Lalu ayahnya Lamar merasa bahwa
itu tidak baik, ia berkata budaya nilai baik dan buruk di mana saja sama dan
apa yang ada di Arab lebih baik. Pandang masyarakat Arab kurang baik terhadap
orang non-Arab dan budaya luar, mereka cenderung primordialisme dan etnosentrisme.
Perempuan Arab dididik untuk
tertutup, menutup aurat dan tidak terlihat. Dulu, Ketika Razan masih dengan
mantan suaminya sebagai pasangan, Razan naik mobil bersama, saat itu Razan
dilarang keras untuk melihat ke jalanan karena keharusan untuk tertutup. Mantan
suami Razan juga menuntut anaknya, Lamar, untuk menggunakan hijab. Di sisi
lain, masyarakat Arab memiliki tradisi unik soal pernikahan. Adanya perjodohan
yang melibatkan peran orangtua dan keluarga sebelum menikah sangat dibutuhkan. Budaya
menikah dengan sepupu atau kerabat juga hal umum. Aspek kekeluargaan juga dapat
dilihat ketika Ibunya Razan memikirkan perasaan saudaranya, ia tidak ingin ada permusuhan
antara keluarga hanya karena Razan ingin menikah kembali.
Keluarga dari pihak Samir merasa
tidak dihargai oleh keluarga Razan. Ayahnya berpikir menikah dengan Razan
adalah keputusan yang kurang tepat meilihat latar belakang dirinya Razan dan
keluarga. Samir dan keluarga sangat dihargai di Britania, lantas mengapa harus
menghadapi keluarga pihak perempuan yang tidak menghargainya. Ayahnya ingin
Samir menikah dengan gadis Pakistan, tidak seperti Razan. Kedua pihak keluarga
sama-sama tidak menyetujui pernikahan Razan dan Samir, keluarga mereka juga
sama-sama patriarki, keduanya mempermasalahkan sikap Razan yang melamar Samir
pertama kali dan menganggap Razan sangat dominan. Ayahnya Samir juga
mempermasalahkan Tindakan Samir yang sering membuat teh sendiri dan membuatkan
teh untuk Razan. Ibunya Razan membenarkan pendapat ayahnya Samir mengenai sikap
dominan Razan. Terlalu banyak perbedaan budaya antara keluarga Razan dan Samir.
Episode
terakhir, Ibunya Razan memikirkan perasaan saudaranya dan takut kalau
saudaranya marah karena pernikahan Razan. Ia tidak mau anak perempuannya, Razan,
menikah dengan pria Pakistan-Britania, karena pernikahan itu kemungkinan besar tidak
diterima oleh keluarga besar dan budaya mereka, begitu juga dengan perasaan
keluarga kakak dari ibunya Razan. Series ini menggambarkan tradisi dalam budaya
Timur Tengah seperti berkumpulnya keluarga besar saat perayaan hari raya, adanya
perjodohan, pesta, dan kebersamaan keluarga yang erat.
Secara
keseluruhan film ini bagus, gambaran budaya Arab melalui serial ditampilkan
dengan menarik dan lucu. Akan tetapi, "Crashing Eid" juga bisa memperkuat
stereotip atau generalisasi tertentu kepada Masyarakat Arab. Maka dari itu, penting
untuk kita semua mengetahui terlebih dahulu bahwa budaya Timur Tengah itu
beragam. Perbedaan terdapat di antara negara Arab bahkan suku Arab wilayah
tertentu. dengan adanya perbedaan dalam tradisi, bahasa, dan adat istiadat di
setiap negara dan wilayah. Namun, serial ini tetap bisa dijadikan pintu masuk
yang menarik untuk memahami beberapa aspek budaya Timur Tengah.

Comments
Post a Comment